Apa Itu Stoikiometri
Stoikiometri
berasal dari bahasa Yunani yaitu stoiceon (unsur) dan metrein (mengukur).
Stoikiometri berarti mengukur unsur-unsur dalam hal ini adalah partikel atom
ion, molekul yang terdapat dalam unsur atau senyawa yang terlibat dalam reaksi
kimia. Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan
kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan
kimia) yang didasarkan pada hukum-hukum dasar dan persamaan reaksi.
(Ahmad,1985)
Stoikiometri beberapa reaksi dapat dipelajari dengan mudah, salah satunya
dengan metode JOB atau metode Variasi Kontinu, yang mekanismenya yaitu dengan
dilakukan
pengamatan terhadap kuantitas molar pereaksi yang berubah-ubah, namun
molar totalnya sama. Sifat fisika tertentunya (massa, volume, suhu, daya serap)
diperiksa, dan perubahannya digunakan untuk meramal stoikiometri sistem. Dari
grafik aluran sifat fisik terhadap kuantitas pereaksi, akan diperoleh titik
maksimal atau minimal yang sesuai titik stoikiometri sistem, yang menyatakan
perbandingan pereaksi-pereaksi dalam senyawa. (Muhrudin, 2011)
Stoikiometri reaksi adalah penentuan perbandingan
massa unsur-unsur dalam senyawa dalam pembentukan senyawanya. Pada perhitungan
kimia secara stoikiometri, biasanya diperlukan hukum-hukum dasar ilmu
kimia.(Brady,1986)
Hukum
kimia adalah hukum alam yang
relevan dengan bidang kimia. Konsep paling fundamental dalam kimia adalah hukum
konservasi massa, yang menyatakan bahwa tidak terjadi perubahan kuantitas
materi sewaktu reaksi kimia biasa. (Hiskia,1991)
Menurut (Syabatini, 2008)
Hukum-hukum dasar ilmu kimia adalah sebagai berikut:
a) Hukum Boyle
Boyle menemukan bahwa udara dapat dimanfaatkan dan dapat berkembang bila
dipanaskan. Akhirya ia menemukan hukum yang kemudian terkenal sebagai hukum
Boyle:” bila suhu tetap, volume gas dalam ruangan tertutup berbanding terbalik
dengan tekananya”
P1.V1 = P2.V2
b) Hukum
Lavoiser disebut juga Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier
adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan
konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam
sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama
(tetap/konstan). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum
kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup,
massa dari reaktan harus sama dengan massa produk. Berdasarkan ilmu relativitas
spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa
partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum
pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya
perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah
menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi
berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam
jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian,
dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum
kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit.
“Massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.”
c) Hukum
Perbandingan Tetap (H.Proust)
Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama
kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu
senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu
tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi
unsur-unsur yang tetap.
Misalnya, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen. “Perbandingan
massa unsur-unsur dalam suatu persenyawaan kimia selalu tetap.”
d) Hukum Gay
Lussac
Menyatakan bahwa volume gas nyata apapun sangat kecil dibandingkan dengan
volume yang ditempatinya. Bila anggapan ini benar, volume gas sebanding dengan
jumlah molekul gas dalam ruang tersebut. Jadi, massa relatif, yakni massa
molekul atau massa atom gas, dengan mudah didapat.
“Dalam suatu reaksi kimia gas yang diukur pada P dan T
yang sama volumenya berbanding lurus dengan koefisien reaksi atau mol, dan
berbanding lurus sebagai bilangan bulat dan sederhana.”
e) Hukum
Boyle – Gay Lussac
"Bagi suatu kuantitas dari suatu gas ideal (yakni kuantitas menurut
beratnya) hasil kali dari volume dan tekanannya dibagi dengan temperatur
mutlaknya adalah konstan". Untuk n1 = n2, maka P1.V1 / T1 = P2.V2 / T2
f) Hukum Dalton
disebut juga Hukum Kelipatan Perbandingan
“Jika dua unsur dapat membentuk satu
atau lebih senyawa, maka perbandingan massa dari unsur yang satu yang bersenyawa
dengan jumlah unsur lain yang tertentu massanya akan merupakan bilangan mudah
dan tetap.”
g) Hukum
Avogadro
“Gas-gas yang memiliki volum yang sama, pada
temperatur dan tekanan yang sama, memiliki jumlah partikel yang sama pula.”
Artinya, jumlah molekul atau atom dalam suatu volum gas tidak tergantung
kepada ukuran atau massa dari molekul gas.
h) Hukum Gas
Ideal
PV = nRT
Persamaan ini dikenal dengan julukan hukum gas ideal
alias persamaan keadaan gas ideal.
Keterangan :
P = tekanan gas (N/m2)
V = volume gas (m3)
n = jumlah mol (mol)
R = konstanta gas universal (R = 8,315 J/mol.K)
T = suhu mutlak gas (K)

Makasih bgt bro info nya, sangat bermanfaat buat saya. hehe
Jangan Lupa mampir ke blog EXPO Lowongan Kerja Terbaru ane ya Lowongan Kerja BUMN http://expocpnsbumn.blogspot.com/search/label/BUMN