ANTIBIOTIK GOLONGAN BETA LAKTAM

 

Oleh Helito - Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=76769522


Kali ini aku mau bahas salah satu golongan antibiotik secara singkat dan jelas yaitu Golongan Beta Laktam, sebelum kesana aku jelas dulu apa itu antibiotik secara singkat. Jadi antibiotik itu merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik juga bisa bersifat bakterisid (membunuh bakteri) atau bakteriostatik (menghambat berkembang biaknya bakteri).

Artikel Lainnya: Klik Disini

Beta Laktam

Antibiotik Golongan Beta Lactam itu terdiri dari berbagai golongan obat yang mempunyai struktur cicin beta lactam.


Mekanisme Kerja

              Mekanisme kerja dari golongon antibiotik ini yaitu “menghambat proses sintesis dinding sel bakteri”

Artikel Lainnya: Klik Disini

Macam Golongan

              Antibiotik golongan ini memiliki kurang lebih 4 macam golongan antara lain:

1. Penisilin (Penicillins)

Ini adalah golongan pertama yang ditemukan.

  • Cara kerja: Sangat efektif untuk bakteri Gram-positif.
  • Contoh: Amoxicillin (sering digunakan untuk infeksi saluran pernapasan) dan Ampicillin.

2. Sefalosporin (Cephalosporins)

Golongan ini dimodifikasi untuk memiliki spektrum yang lebih luas daripada penisilin. Sefalosporin dibagi menjadi 5 "generasi":

  • Generasi awal: Lebih fokus ke bakteri Gram-positif (contoh: Cefazolin).
  • Generasi akhir: Lebih kuat melawan bakteri Gram-negatif yang resisten (contoh: Ceftriaxone, Cefepime).

3. Monobaktam (Monobactams)

Berbeda dengan saudaranya, monobaktam memiliki struktur cincin yang "sendirian" (mono).

  • Kegunaan: Biasanya digunakan untuk pasien yang alergi terhadap penisilin tetapi membutuhkan pengobatan untuk bakteri Gram-negatif.
  • Contoh: Aztreonam.

4. Karbapenem (Carbapenems)

Ini adalah "senjata berat" dalam dunia antibiotik.

  • Kegunaan: Memiliki spektrum kerja yang paling luas dan biasanya dipesan untuk infeksi parah atau infeksi yang sudah kebal terhadap antibiotik lain.
  • Contoh: Meropenem, Imipenem.

Catatan Penting: Karena keempat golongan ini berbagi struktur kimia yang mirip (cincin beta-laktam), seseorang yang memiliki alergi parah terhadap penisilin terkadang juga menunjukkan reaksi alergi terhadap sefalosporin atau karbapenem (disebut cross-reactivity).

 

Sumber:

Katzung, B. G. (2018). Farmakologi Dasar dan Klinik (Edisi 14). Jakarta: EGC. (Buku ini merupakan standar emas untuk mempelajari klasifikasi obat di fakultas kedokteran dan farmasi).

Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2015). Obat-obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya (Edisi 7). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url