Beberapa Catatan Adab Berkomunikasih
Sekarang
ini ponsel telah menjadi kebutuhan penting bagi umat manusia, namun kesadaran
kiti aakan adab berkomunikasi justru semakin hari semakin dirasakan kurang.
Padahal bagi setiap Muslim, apapun aktivitas yangkita lakukan harus bernilai
ibadah sehingga memperhatikan adab Islami dalam berponsel menjadi suatu
kewajiban yang tidak bias ditangguhkan.
Berikut
beberapa catatan tentang adab kita berkomunikasih, bahwa lewat ponsel.
1.
Niat yang Benar
Setiap amal perbuatan manusia akan diterima atau
ditolak Allah tergantung pada kemurniaan niatnya. Selanyaknya, berponsel
diniatkan sebaga sarana mudah dalam memperluas silaturrahim dan menyebarkan
kebaikan. Sebaiknya, menggunakan ponsel untuk keperluan negatif yang mengundang
murka Allah Ta’ala sangat dilarang.
2.
Waktu yang Tepat
Ibarat bertamu, jangan dating seenaknya tanpa
memahami kesibukan dan keperluan tuan rumah. Hindari waktu waktu yang mungkin
bias mengganggu penerima telepon anda. Sebisa mungkin jangan menhubungi pada
waktu yang tidak umum, seperti pada larut malam, pgi buta, atau pada saat waktu
tidur siang kecuali pada keadaan penting darurat atau bila penerima telepon
adalah seorang yang sangat akrab dengan kita.
3.
Tidak Usah Berulang Kali
Agaknya dapat disertarakan dengan dengan adab
bertamu seorang Muslim; ketika menyerukan salam sampai tiga kali tanpa jawab,
sebaiknya pulan. Bila tiga kali telepon telepon kita tidak dijawab maka sebaiknya kita tidak melanjutkan panggilan
itu. Tunggu beberapa saat sebelum menghubungi kembali. Sebab bisa jadi saat
itu, penerima sedang sibuk sehingga tidak sempat mengangkatnya atau tidak dalam
keadaan baik untuk menerima panggian. Panggilan yang dilakukan secara berkali
kali dengan inten sif bisa sangat mengganggu.
4.
Salam dan Sopan
Mengucapkan assalamu’alaykum
untuk penerima yang Muslim atau
salam pembuka yang hangat bagi penerima yang bukan Muslim, sungguh menunjukkan
kebaikan akhlaq. Jangan lupa memperkenalkan diri agar penerima bisa langsung
mengetahui siapa yang menelepon.
Itu beberapa adab untuk kita
berkomunikasi semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.
{Dikutip dari
majalah Aulia No. 4 tahun IX Oktober
2014 halaman 139}
