Jenis Bakteri Patogen dan Non Patogen
a. Jenis
Bakteri Patogen
Species : Clostridium perfringens
Clostridium perfringens (sebelumnya dikenal sebagai C. welchii ) adalah bakteri gram positif berbentuk batang, anaerobik, bakteri pembentuk spora dari genus Clostridium. Clostridium perfringens dapat ditemukan di mana saja dan merupakan komponen normal pembusukan vegetasi, sedimen laut, saluran usus manusia dan vertebrata lain, serangga, dan tanah. C. perfringens kadang-kadang bersifat patogen pada manusia , dan diwaktu lain dapat dicerna dan tidak menyebabkan kerusakan apapun.
Morfologi :
Batang gemuk garam positif, berbentuk lurus, sisinya sejajar, ujung-ujungnya membulat/bercabang & berukuran 4 – 6 µ x 1 µ, sendiri-sendiri / tersusun bentuk rantai. Bersifat pleomorfik, sering tampak bentuk-bentuk involusi dan & filament. Bersimpai dan tidak bergerak. Sporanya sentral / subterminal.
Batang gemuk garam positif, berbentuk lurus, sisinya sejajar, ujung-ujungnya membulat/bercabang & berukuran 4 – 6 µ x 1 µ, sendiri-sendiri / tersusun bentuk rantai. Bersifat pleomorfik, sering tampak bentuk-bentuk involusi dan & filament. Bersimpai dan tidak bergerak. Sporanya sentral / subterminal.
Beberapa
karakteristik dari bakteri ini adalah non-motil (tidak bergerak), sebagian
besar memiliki kapsul polisakarida, dan dapat memproduksiasam dari laktosa. C.
perfringens dapat ditemukan pada makanan mentah, terutama daging dan ayam
karena kontaminasi tanah atau tinja. Bakteri ini dapat hidup pada suhu 15-55
°C, dengan suhu optimum antara 43-47 °C. Clostridium perfringens dapat tumbuh
pada pH 5-8,3 dan memiliki pH optimum pada kisaran 6-7. Sebagian C. perfringens
dapat menghasilkan enterotoksin pada saat terjadi sporulasi dalam usus manusia.
Spesies bakteri ini dibagi menjadi 6 tipe berdasarkan eksotoksin yang
dihasilkan, yaitu A, B, C, D, E dan F. Sebagian besar kasus keracunan makanan
karena C. perfringens disebabkan oleh galur tipe A, dan ada pula yang
disebabkan oleh galur tipe C
b. Jenis Bakteri
Nonpatogen
Streptococcus
Spesies
: streptococcus lactis
Streptococcus lactis adalah salah
suatu bakteri gram positif, anaerob, tidak memiliki alat gerak, tidak
menghasilkan spora, dinding sel tipis, dan berbentuk bulat, lebih jelasnya
masuk ke dalam kelompok streptococcus. Bakteri ini berukuran 0,7 – 1,1 x
2,0 – 4,0 µm dan merupakan bakteri yang penting dalam pembentukan asam
laktat. melakukan fermentasi dengan asam laktat sebagai metabolit akhir
yang utama. oleh karenanya, maka Streptococcus
lactis bersumber dari susu terfermentasi/susu asam. Menurut
Polman, Bakteri ini juga terdapat dalam pencernaan Anda menguraikan makanan
yang tidak dicerna, dan mensintesis vitamin K dan B 12. Suhu pertumbuhan optimum untuk streptococcus lactis
adalah 37-42°C. Tumbuh optimum pada pH 6,5 dan akan terhenti
pertumbuhanrya pada pH 4,2-4,4.
Streptococcus lactis berperan
menguntungkan dan merugikan, yang menguntungkan diantaranya Streptococcus
lactis berperan dalam membuat olahan makanan seperti keju,
mentega, dan yoghurt. Pada pembuatan mentega dan keju, bakteri diantaranya dibutuhkan ketika
untuk menghasilkan asam laktat. Pada pembuatan keju, asam laktat
menghasilkan gumpalan susu berbentuk seperti tahu, gumpalan ini dipadatkan dan
diberi garam, garam berfungsi untuk proses pengeringan, pengeraman, penambah
rasa, dan pengawet. Keju diperam untuk dimatangkan selama 4 minggu. selama
proses pemeraman inilah tekstur dan cita rasa terbentuk
