BELAJAR UNTUK MERELAKANNYA


Tahun tahun kelalau dan kulewati dengan penuh suasana yang tak bisa ku mengerti, kadang suasana sedih , marah ,benci, senang itulah selalu ku alamai disetiap tahunku. Pada hari ini ku mulai berjalan dengan suasana tersebut untuk menyabut masa depanku yang ku impikan, namun semua itu berubah saat aku mulai merasakan keputusasaan  saat suatu impian dan ke inginangku tercapai tercapai. Tuhan pun memberiku semangat untuk tak menyerah dan digantikan oleh sesuatu yang tak ternilai harganya, suatu impian baru yang harus ku capain yaitu menjadi apoteker yang bijaksana, baik, tanggu jawab, amanah dan beriman. Itulah impian baruku.
Awal tahunpun kumulai dengan ke sendirian belum satupun teman yang kukenal, namun aku bertemu seorang teman yang sudah tak berjumpa. Aku pun saling bercerita tentang masa lalu saat dimana aku masih bermain bersamanya. Sampai akhirnya Mos pun selesai dan aku pun kembali ke kampus masing masing sayang, aku dan temanku itu beda kampus. Aku diatas dan dia dibawah.
                Hari pertama masuk aku tak satupun kukenal dan akhirnya ku menemukan teman teman baru yang asik, gokil dan heboh. Aku pun mulai tahu bahwa sesuatu yang pergi akan digantikan dengan yang baru dan yang lama pergi bias saja dipertemukan kembali. Kami pun melawati hari demi hari denga senang, canda, tawa dan sedih pula, Karena banyak tugas dan laporan yang harus kami kerjakan. Namu aku lewati hari itu dengan ikhlas dan senang Karena bias melakukanya dengan rasa yang tak bisa ku artika sendiri.


                Di tahun kedua aku lewati dengan berbagai masalah pertemana  dan cinta yang tak bias ku mengeri apa maunya. Aku pun merasakan begitu pedih apa yang ku alami sampai membuatku takut untuk kembali mencintai seseorang lain selain dirinya yang ku sayang dan ku cinta dari sejak pertama aku bertemu, ia teman masa kecilku. Sampai bertahun tahun aku tak pernah berhubungan denganya sampai akupun mengucpakan maaf yang begitu banyak, dan sampai akhirnya ia mau memaafkanku. Tapi ia masih marah dan kecewa mungkin ini hanya sebuah pernyataan yang terpikir oleh pikiranku. Tapi aku tetap sayang dan cinta padanya. Sampai masalah ini menggangu ujianku dan niaiku kacau dan aku harus berusaha untuk membakitkanya.
                Tahun ini akhirnya aku bias kembali berhubungan dengannya lagi hanyasa sekarang aku dan dia hanya sebatas teman dan saudara. Tapi perasaanku kedia tetaplah sama yaitu aku cinta dia. Aku pun menerima demia kebaikan pertemaan dan persaudara ini. Sebenarnya dalam hati aku tak bias menerima tapi mau gimana lagi itu sudah terjadi, Jika nanti allah berkehendak lain hanya la hallah yang tau, aku hanya manusia biasa tak sempurna. Dia adalah bidadari yang ku impikan. Mungkinka Impianku ini bias tercapia atau mungkin tak tercapai. Tapi aku tetap percaya bahwa impian ku ini pasti tercapai dan bila tak tercapin allah pasti akan mengantinya .
                Dari semua itu aku mulai berajar untuk bisa mengikhlaskan dan tak menyerah dalam suatu masalah yang ku hadapi. Aku pun mulai untuk menahan emosi serta hatiku yang tak boleh egois lagi. Sosokmu lah yang selalu memberika tujuan baru dalam hiduk dan semangatku. Jangan kau tinggalkan aku apapun alasanmu jadilah dirimu yang salalu ku kenal danku sayang. Itulah dirimu yang selalu ku contoh kebaikanmu dan keimanamu, kau itu sebagai sosok yang kukagumi dan kucintai tnapa aku tau alasan yang sebenarnya  hanya ku yakini aku cinta kamu hanya karena allah swt.

SEKIAN
               


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url