TUGAS UJIAN TAKE HOME NUTRISI: “MAGNESIUM AND PREGNANCY”

MAGNESIUM  AND PREGNANCY

Sumber: easy-immune-health.com

1.      Pendahuluan
Makanan ibu sewaktu hamil hendaknya mengandung jumlah dan mutu gizi yang baik. Bila ibu hamil makan makanan yang rendah baik jumlah maupun mutu gizinya, dapat menyebabkan kemunduran kesehatan janin. Dalam keadaan seperti ini mula-mula janin yang ada dalam kandungan akan mengambil cadangan zat-zat gizi yang ada dalam tubuh ibu, dan bila keadaan ini berjalan cukup lama, janin akan menggunakan zat-zat gizi yang ada dalam jaringan tubuh ibunya. Akibatnya akan mengkuatirkan kesiapan ibu sewaktu melahirkan.[1]
Makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah makanan yang mengandung zat pertumbuhan atau pembangun yaitu protein, selama itu juga perlu tambahan vitamin dan mineral untuk membantu proses pertumbuhan itu. Sesuai dengan usia pertumbuhan kehamilan mulai dari trimester pertama hingga ketiga banyak keluhan ibu hamil yang mempengaruhi keinginan untuk makan.[1]

Magnesium merupakan salah satu nutrien paling penting untuk kesehatan jantung. Apabila kebutuhan magnesium tidak terpenuhi, akan terjadi penurunan tekanan darah karena fungsi magnesium sebagai perelaksasi otot polos vascular sehingga akan terjadi detakan jantung yang tidak normal.[2] Kalsium, fosfor, magnesium dan seng adalah mineral utama pembentuk tulang.[3]



Sumber: healthymummy.com


2.Pembahasan
a)      Kehamilan
Sebagian besar manusia, proses kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 20 – 38 minggu disebut kehamilan preterm, sedangkan bila lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postterm. Menurut usianya, kehamilan ini dibagi menjadi 3 yaitu kehamilan trimester pertama 0 – 14 minggu, kehamilan trimester kedua 14 – 28 minggu dan kehamilan trimester ketiga 28 – 42 minggu.[4]
Gangguan pada kehamilan
􀂃 Mual dan muntah
􀂃 Liur melimpah
􀂃 Tekanan pada dada
􀂃 Lemah dan pusing
􀂃 Sariawan
􀂃 Gangguan buang air besar
􀂃 Varises
􀂃 Wasir atau ambeien
􀂃 Kejang kaki
􀂃 Keputihan


 
b)     Status Gizi Ibu Hamil
Status gizi adalah keadaan tingkat kecukupan dan penggunaan satu nutrien atau lebih yang mempengaruhi kesehatan seseorang.Status gizi seseorang pada hakekatnya merupakan hasil keseimbangan antara konsumsi zat-zat makanan dengan kebutuhan dari orang tersebut.[5]
Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa kehamilan maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu selama hamil.[5]

Ibu hamil dianjurkan makan secukupnya saja, bervariasi sehingga kebutuhan akan aneka macam zat gizi bisa terpenuhi. Kebutuhan yang meningkat ini untuk mendukung persiapan kelak bayi dilahirkan. Cara makan yang berlebihan harus dihindari, karena dapat merugikan sendiri. Bagaimanapun juga penambahan jumlah gizi harus disesuaikan dengan keperluannya.[1]



c)      Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan gizi pada masa kehamilan berbeda dengan masa sebelum hamil, peningkatan kebutuhan gizihamil menurut Huliana (2001) sebesar 15%, karena dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim, payudara, volume darah, plasenta, air ketubandan pertumbuhanjanin. Penentuan kebutuhan gizi selama kehamilan sangat kompleks karena dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam metabolisme, peningkatan volume plasma, perubahan fungsi ginjal dan pola ekskresi urin. Peningkaan kebutuhan setiap individu berbeda-beda, namun secara umum peningkatan kebutuhan zat gizi yang larut dalam air lebih rendah diban-dingkan dengan zat gizi yang larut da-lam lemak.[3]
Sumber:3.bp.blogspot.com

Pola makan yang baik akan cukup menyediakan zat gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan kehamilan dan mengurangi resiko bayi lahir cacat. Selain itu makan yang baik akan meningkatkan sistem pertahanan tu-buh ibu hamil terhadap terjadinya infeksi. Makanan yang baik juga akan melindungi ibu hamil dari akibat buruk zat-zat yang mungkin ditemui seperti obat-obatan, toksin dan polutan.  [3]
Pasokan gizi ke janin adalah pengaruh utama yang mengatur pertumbuhan. Adaptasi terhadap kekurangan gizi yang terjadi selama perkembangan secara permanen mengubah struktur dan fungsi tubuh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan, yaitu diantaranya kebutuhan selama hamil yang berbeda-beda untuk setiap individu dan juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan dan status gizi sebelumnya, kekurangan asupan pada salah satu zat akan mengakibatkan kebutuhan ter-hadap suatu zat gizi terganggu, dan kebutuhan gizi yang tidak konstan selama kehamilan. [3]

Kebutuhan zat gizi tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Energi
b.      Protein
c.       Lemak
d.      Vitamin dan mineral

d)     Kebutuhan zat besi tiap trimester pada masa kehamilan adalah sebagai berikut:
o   Trimester 1 : Kebutuhan zat besi kurang lebih 1 mg / hari (kehilangan basal 0,8 mg/hari) ditambah 30-40 mg untuk kebutuhan janin dan sel darah merah.
o   Trimester 2 : Kebutuhan zat besi kurang lebih 5 mg /hari (kehilangan basal 0,8 mg / hari) ditambah kebutuhan pembentukan sel darah merah 300 mg dan kebutuhan janin 115 mg.
o   Trimester 3 : Kebutuhan zat besi 5 mg / hari (kehilangan basal 0,8 mg / hari) ditambah kebutuhan pembentukan sel darah merah 150 mg dan kebutuhan janin 223 mg.[6]

e)      Magnesium 
Peran magnesium adalah mengaktifkan senyawa serotonin dan senyawa neurotransmitter yang berfungsi dalam regulasi suasana hati, selera makan, tidur, kontraksi otot, dan beberapa fungsi kognitif, termasuk memori dan belajar, dan dalam trombosit darah yang membantu mengatur hemostasis dan darah pembekuan.[7]
Pada periode menstruasi (1-5 hari), tingkat sensitivitas wanita sangat tinggi. Oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung magnesium dan omega-3 yang mampu mengurangi gejala Pre Menstruasi Sindrom (PMS), terutama mengatasi perubahan suasana hati dan sifat lekas marah. Contoh makanan yang mengandung magnesium adalah apel, pir, buncis, lentil,bit, berry, kubis, paprika, labu, biji wijen, rumput laut, kedelai, bayam dan ubi. [7]
Kekurangan magnesium di dalam sel berdampak pada terjadinya PMS. Pada berbagai system enzim, magnesium bekerja sama dengan vitamin B6 yang menyiratkan kemanfaatan dalam penanganan PMS. Atas dasar ini, vitamin B6 dianjurkan sebaiknya diberikan bersama dengan magnesium. [7]

Menurut (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah, 2009: 44), janin memerlukan 1 gr magnesium. Konsentrasi magnesium meningkat selama kehamilan dengan RDA 320 mg dan 50% dari magnesium diserap oleh ibu. Magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak.[8]
Magnesium merupakan salah satu mineral yang berperan penting bagi kesehatan dan sistem metabolisme tubuh. Mineral ini ikut bekerja dalam sekitar 300 fungsi enzim pada proses reaksi kimia tubuh dengan berbagai bentuk. Proses sintesa protein, fungsi saraf dan otot, kontrol kadar glukosa darah dan juga pengontrol tekanan darah merupakan sebagian fungsi metabolisme tubuh yang berkaitan erat dengan magnesium.[9]




       

f)       Kesimpulan
Magnesium memiliki peran yang penting  bagi ibu hamil untuk mendukukung pertumbuhan dari jaringan lunak bayi atau janin yang ada pada perut ibu. Magnesium juga merupakan salah satu dari mineral yang dibutuhkan ibu hamil.




DAFTAR PUSTAKA
[1]        D. H. Simanjuntak dan E. Sudaryati, “GIZI PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI.” .
[2]        A. T. Widyaningrum, “HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KALIUM, MAGNESIUM DAN STATUS GIZI DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KALURAHAN MAKAMHAJI KECAMATAN KARTASURA.” .
[3]        F. M. Mulya dan H. Bahar, “HUBUNGAN ASUPAN SUPLEMEN KALSIUM PADA IBU HAMIL DENGAN PANJANG BAYI SAAT LAHIR DI WILAYAH CENGKARENG JAKARTA BARAT.” .
[4]        D. J. B. K. D. ALAT dan K. D. K. RI, “PEDOMAN PELAYANAN FARMASI UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI.”
[5]        L. Hanifah, “Hubungan antara status gizi ibu hamil dengan berat badan bayi lahir (studi kasus di RB Pokasi),” PhD Thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret, 2009.
[6]        S. S. Siwi, “Hubungan tingkat pengetahuan tentang gizi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di kecamatan Jebres Surakarta,” J. Komun. Kesehat. Ed. 1, vol. 1, no. 01, 2012.
[7]        A. Enikmawati, “NUTRISI YANG BAIK UNTUK DIKONSUMSI SEBELUM DAN SELAMA MENSTRUASI,” Profesi, vol. 9, 2012.
[8]        S. W. Usmelinda, “ANALISA POLA MAKAN IBU HAMIL DENGAN KONIDISI KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN BOBOTSARI, KABUPATEN PURBALINGGA,” PhD Thesis, UNY, 2015.
[9]        H. Devita dan V. Y. A. Amran, “Hubungan Kadar Magnesium dengan Kejadian Preeklamasi pada Ibu Hamil Trimester III di Rsup Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015,” J. Kesehat. Masy. Andalas, vol. 10, no. 2, hlm. 136–139, 2017.




Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url