Mutasi Gen Pada Kanker Payudara


1.    Gen apakah yang mengalami mutasi ?sebutkan fungsi dari gen tersebut!

Terdapat dua jenis kanker payudara, yaitu kanker payudara yang bersifat familial dan kanker payudara sporadis. Dari total angka kejadian kanker payudara, 5 -10% merupakan kanker payudara familial dan sisanya merupakan kanker payudara sporadis. Kanker payudara familial disebabkan oleh mutasi dari beberapa gen. Gen bermutasi pada jenis kanker familial diturunkan secara autosomal dominan, seperti pada mutase BRCA1 dan BRCA2, sindrom Li-Fraumeni (p53), sindrom Muir-Torre (hMLH1 dan hMSH2), penyakit Cowden (PTEN), dan sindrom Peutz-Jeghers (STK11).
  1. BRCA1 dan BRCA2: Sebuah analisis yang diterbitkan pada tahun 1990 memperlihatkan bahwa ada gen pada kromosom 17 yang mengakibatkan kanker payudara dalam sebuah keluarga dengan beberapa yang melibatkan payudara dan ovarium. Pemetaan genetik selanjutnya dan studi kloning molekuler mengidentifikasikan adanya gen (Kanker Payudara) BRCA1 pada tahun 1994. Identifikasi gen BRCA2 yaitu gen kanker payudara lainnya ada pada kromosom 13, dilaporkan sekitar 1 tahun kemudian. BRCA1 berperan dalam tiga hal: 1) aktivasi respons terhadap kerusakan DNA, 2) aktivasi checkpoint siklus sel dan/atau 3) perbaikan kerusakan DNA tipe double strand break (DSB). Jadi berperan agar sel yang mengalami kerusakan DNA tidak berlanjut ke siklus pembelahan sel. Peran BRCA2 terutama pada reparasi DNA dengan mekanisme rekombinasi homolog (homologous recombinant [HR]).
  2. Gen P53 (protein 53kDa): terletak di kromosom 17 pada regio p13.1, mengkodekan faktor transkripsi p53, yang merupakan regulator kunci dari pos pemeriksaan Gl dari siklus sel.
  3. Gen telangiectasia Ataksia (ATM) bermutasi:Ataksia telangiectasia (AT) adalah gangguan resesif autosomal yang ditandai dengan ataksia cerebellar, telangiektasis, cacat imunitas, dan adanya kecenderungan untuk keganasan. Gen ATM mengkode protein yang terlibat dalam kontrol siklus sel dan perbaikan DNA namun gen tunggal pada 11q dapat menyebabkan penyakit.
  4. Gen PTEN: Mutasi pada gen PTEN(fosfatase dan homologi TENsin) bertanggung jawab menyebabkan penyakit Cowden, yang di samping kanker payudara tampak adanya beberapa hamartomas di kulit dan saluran pencernaan. Gen PTEN, terletak pada kromosom 10Q, mengkode protein tirosin fosfatase dengan homologi tensin. Mutasi somatik pada gen PTEN jarang terjadi pada kanker payudara.
2. Jenis mutasi yang terjadi pada materi genetic pada penderita penyakit kanker panyudara adalah
Jenis mutasi BRCA1 dan BRCA2 berpengaruh pada manifestasi klinis dan tingkat keparahan kanker payudara.
Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
Peranan protein BRCA1 dan BRCA2 dalam perbaikan kerusakan DNA serta peranan penting dalam siklus sel agar sel yang mengalami kerusakan DNA tidak melanjutkan diri ke fase siklus sel selanjutnya. Mutasi yang bersifat melemahkan atau inaktivasi gen BRCA1 dan BRCA2 ternyata juga mempunyai relevansi klinis terutama dengan keparahan kondisi klinis. Sebagian jenis mutase penting tersebut adalah:
Mutasi delesi baik pada gen BRCA1 maupun BRCA2 membuat penderita berisiko 4 kali untuk menderita kanker payudara kontralateral.
Mutasi delesi missense pada gen BRCA1 meningkatkan risiko 6 kali untuk menderita kanker payudara kontralateral.
Mutasi splice, frameshift, nonsense pada BRCA1 meningkatkan risiko 4,2 kali menderita kanker payudara kontralateral.
Mutasi splice, frameshift, nonsense pada BRCA2 meningkatkan risiko 3,6 kali menderita kanker payudara kontralateral. Pemeriksaan biologi molekuler untuk deteksi mutasi adalah pemeriksaan analisis sekuens yang dicocokkan dengan gene bank.

3.Salah satu target aksi dari obat kanker pada penderita kanker payudara yaitu
Trastuzumab merupakan antibodi monoklonal yang menghambat reseptor HER2 (Human Epidermal growth factor Receptor) pada kanker payudara. Reseptor HER2 mampu untuk membentuk heterodimer. Bentuk heterodimer tersebut merupakan hasil dari kombinasi antara reseptor HER2 dengan berbagai reseptor lain dalam family HER, sehingga membentuk kompleks reseptor heterodimer. Trastuzumab dikembangkan oleh perusahaan biotek Genentech dan memperoleh persetujuan FDA pada bulan September 1998. Obat ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan termasuk Dr Axel Ullrich dan Dr H. Michael Shepard. Di UCLA Jonsson Comprehensive Cancer Center.
Mekanisme Kerja :
Kerja Trastuzumab meliputi 3 hal, yaitu menghambat transmisi sinyal growth factormenuju nukleus, keberadaan Trastuzumabmenginduksi sel imun untuk segera melakukan apoptosis pada sel kanker, danmemaksimalkan pengobatan secara kemoterapi. Trastuzumab dapat berikatan dengan HER2 protein pada bagian ekstraseluler yang mengakibatkan HER2 protein menjadi inaktif sehingga pertumbuhan tidak terkontrol dari sel payudara terhenti. Trastuzumab bekerja dengan cara mengurangi sinyal yang dimediasi HER2 melalui PI3K (phosphatidylinositol 3-kinase) danMAPK(mitogen-activatedprotein kinase). Trastuzumab juga memiliki kemampuan untuk menginduksi respon imun melalui mekanisme antibody-dependent cellularcytotoxicity (ADCC). Mekanisme ini dapat menyebabkan peristiwa apoptosis sel kanker. Keunggulan mekanisme seperti inilah yang diharapkan terjadi, karena selama ini obat kanker yang ada, menstimulasi apoptosis tidak hanya pada sel yang terkena kanker namun juga sel normal.
4.Apakah yang dimaksud dengan neoangiogenesis?

          Pada kanker payudara tumbuh setelah sel normal mulai bermutasi (pra-kanker jaringan). DNA diubah untuk memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang tidak terkoordinasi. Untuk mempertahankan pertumbuhan yang cepat dari sel-sel pra-kanker (dan kanker). Pasokan konstan nutrisi yang dibutuhkan. Dalam rangka mempertahankan pasokan ini, sel-sel melepaskan bahan kimia kedaerah sekitarnya yang menjaga pembuluh darah yang ada terbuka, membangunkan orang-orang aktif, dan membuat yang baru (Neoangiogenesis).
          Neoangiogenesis adalah mekanisme pada kanker yang memungkinkan penciptaan pembuluh darah baru untuk memasok tumor kanker dan memastikan pertumbuhan mereka. Neoangiogenesis telah baik ditunjukkan sebagai langkah penting pertumbuhan tumor, migrasi dan metastasis. Neoangiogenesis hanya mengacu pada fenomena ini pada kanker, Karena angiogenesis adalah mekanisme yang bertanggung jawab untuk pembentukan pembuluh darah diseluruh tubuh manusia (kecuali pada tumor).

5.Apa keterkaitan mutasi dengan kejadian kanker? Adakah struktur protein yang berubah? Jika ada, efek yang terjadi seperti apa, jelaskan!

Mutasi gen adalah berubahnya susunan gen kromosom yang mengakibatkan abnormalisasi ekspresi gen yang selanjutnya menyebabkan aktivasi onkogen. Aktivasi onkogen menyebabkan overekspresi beberapa protein seperti reseptor estrogen (ER) dan c-erbB-2 (HER2) yang merupakan protein predisposisi kanker payudara. Kedua protein tersebut berperan dalam proses metastasis.

Proses metastase kanker payudara diinisiasi oleh adanya aktivasi atau overekspresi beberapa protein, misalnya reseptor estrogen (ER) dan c-erbB-2 (HER2) yang merupakan protein predisposisi kanker payudara. Kedua protein tersebut selain berperan dalam metastasis, juga berperan dalam perkembangan kanker payudara (early cancer development). Estrogen berikatan dengan reseptor estrogen (ER) membentuk kompleks reseptor aktif dan mempengaruhi transkripsi gen yang mengatur proliferasi sel. Estrogen dapat memacu ekspresi protein yang berperan dalam cell cycle progression, seperti Cyclin D1, CDK4 (cyclin-dependent kinases4), Cyclin E dan CDK2. Aktivasi reseptor estrogen juga berperan dalam aktivasi beberapa onkoprotein seperti Ras, Myc, dan CycD1. Aktivasi protein ini mengakibatkan adanya pertumbuhan berlebih melalui aktivasi onkoprotein yang lain seperti PI3K, Akt, Raf dan ERK.
Kompleks estrogen dengan reseptornya juga akan memacu transkripsi beberapa gen tumor suppressor, seperti BRCA1, BRCA2, dan p53. Akan tetapi pada penderita kanker payudara (yang umumnya telah lewat masa menopause) gen-gen tersebut telah mengalami perubahan akibat dari hiperproliferasi sel-sel payudara selama perkembangannya sehingga tidak berperan sebagaimana mestinya. Gen BRCA 1 terletak pada kromosom 17q21, terdiri dari 22 ekson dan panjangnya kira-kira 100 kb. Gen ini merupakan tumor suppresor gene. Resiko terjadinya kanker payudara karena mutasi gen ini sebesar 85 % dan pada wanita usia di bawah 50 tahun sebesar 50 %. Gen BRCA 2 mempunyai ukuran 70 kb dan terdiri dari 27 ekson, terletak pada kromosom 13q12. Resiko terjadinya kanker payudara karena mutasi pada gen ini sebesar 80-90 % pada wanita. Gen p53 secara normal menyandi protein dengan berat molekul 53 kDa yang terlibat dalam kontrol pertumbuhan sel. Terjadinya mutasi pada gen ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol. Hilangnya 4p, 4q dan 5q pada BRCA1 serta 7p dan 17q24 pada BRCA2 dapat digunakan untuk membedakan antara kanker payudara yang disebabkan faktor keturunan atau penyebab umum lainnya. Mutasi pada BRCA1 adalah delesi ekson 11 sedangkan pada BRCA2 adalah delesi ekson 12 dan 3.




DAFTAR PUSTAKA
1. Manuaba, TW. Panduan Penatalaksanaan Kanker Solid PERABOI. Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto, 2010; h.17-47.
2. Balmana J, Diez O, Castiglione M. BRCA in Breast Cancer: ESMO Clinical Recommendations. Annals of Oncology. 2009; 20(4): 19–20, 2009.
3. I Dewa G , Dasar – dasar Kemoterapi, Onkologi Klinik, UPF Badan FK UNAIR, RSUD Dr Sutomo, Surabaya.
4. wang, z,at.all,2013,Dietary Compound Isoliquiritigenin Inhibits Breast Cancer Neoangiogenesis via VEGF/VEGFR-2 Signaling Pathway. ISL Inhibits Angiogenesis via VEGF/VEGFR-2 Journal, 8(7):1.
5. Philips RF dan Perry PM. Familial Breast Cancer. Postgraduate Medical Journal. 2011; 64:847-849.
6. Jatoi I dan Anderson WF. Management of Women Who Have a Genetic Predispotition for Breast Cancer. Journal of Surgical Clinic of North America. 2008; 88:845-861.
7. Robson M dan Offit K. Clinical Practice:Management of An Inherited Predisposition to Breast Cancer. New England Journal of Medicine. 2007; 357(2): 154-162.




Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url