Kanker Payudara
Kanker
payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit
neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Kanker payudara oleh
WHO dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD)
dengan kode nomor 174 untuk wanita dan 175 untuk pria. Di Indonesia, kanker
payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi kedua setelah kanker leher
rahim, dan diperkirakan dalam waktu singkat akan merupakan kanker dengan
insiden tertinggi pada wanita. Kanker payudara adalah bentuk keganasan dari sel
epitel payudara yang sebelumnya normal. Berdasarkan pola penyebarannya, kanker
payudara dapat dibagi menjadi kanker payudara tipe familial dan kanker payudara
tipe sporadis. Dari total angka
kejadian kanker payudara, 5-10% merupakan kanker payudara familial dan sisanya
merupakan kanker payudara sporadis.
Gejala
yang timbul saat penyakit memasuki stadium lanjut semakin banyak, seperti:
a. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan
tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
b. Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa
sakit (nyeri) saat payudara ditekan karena terbentuk penebalan pada kulit
payudara.
c. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
kerena terjadi pembengkakan.
d. Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau timbul
benjolan kecil dibawah ketiak.
e. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu
tertarik ke dalam dan yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi
kecoklatan.
f. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting
susu pada wanita yang sedang tidak hamil. Eksim pada puting susu dan sekitarnya
sudah lama tidak sembuh walau sudah diobati.
g. Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau sudah
diobati
h. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peau
d’orange) akibat dari neoplasma menyekat drainase limfatik sehingga terjadi
edema dan pitting kulit.
Penyebab kanker payudara sangat beragam,
tetapi ada sejumlah faktor risiko yang dihubungkan dengan perkembangan penyakit
ini yaitu asap rokok, konsumsi alkohol, umur pada saat menstruasi pertama, umur
saat melahirkan pertama, lemak pada makanan, dan sejarah keluarga tentang ada
tidaknya anggota keluarga yang menderita penyakit ini. Hormon tampaknya juga
memegang peranan penting dalam terjadinya kanker payudara. Estradiol dan atau
progresteron dalam daur normal menstruasi meningkatkan resiko kanker payudara.
Hal ini terjadi pada kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen, dimana
memang 50 % kasus kanker payudara merupakan kanker yang tergantung estrogen.
